Konfigurasi Zabbix Server

 

Zabbix | System Administration Network

A. Tujuan Pembelajaran

Memahami apa itu Zabbix secara umum dan mampu mengkonfigurasi Zabbix dengan tepat dan benar.

B. Pengertian 

Zabbix adalah sebuah perangkat lunak pemantauan (monitoring) yang bersifat open-source dan dirancang untuk memantau berbagai komponen dalam infrastruktur teknologi informasi. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan data secara berkala dari server, perangkat jaringan seperti router dan switch, layanan (misalnya server web, server email, database), serta sumber daya sistem seperti penggunaan CPU, memori, ruang disk, dan lalu lintas jaringan. Data yang terkumpul kemudian disimpan dan dianalisis. Zabbix dapat diatur untuk memberikan peringatan atau notifikasi (melalui email, SMS, atau platform lain) kepada administrator jika ada kondisi yang tidak normal atau masalah terdeteksi, misalnya jika penggunaan CPU server melebihi batas tertentu. Selain itu, Zabbix juga menyediakan tampilan grafis dan dashboard yang interaktif untuk memvisualisasikan data performa, membantu dalam analisis tren dan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, Zabbix bertujuan untuk membantu administrator sistem mendeteksi masalah lebih awal, memastikan ketersediaan sistem, dan mengoptimalkan kinerja infrastruktur IT.

C. Media Pembelajaran

  1. Laptop 
  2. File ISO Ubuntu 22.04



  3. VMware Workstation Pro 16


  4. Putty

D. Konfigurasi Zabbix

  1. Lakukan apt update pada server.


  2. Lakukan instalasi paket apache2 seperti dibawah.

  3. Lakukan pengeditan pada file apache2 dengan perintah seperti  dbawah.
  4. Lakukan pengeditan file apache2 seperti konfigurasi dibawah.









  5. Lakukan pertintah update seperti dibawah agar pengeditan yang dilakukan di file apache2 bisa diterapkan.


  6. Lakukan pengecekan status pada web server apache2 dengan perintah systemctl status apache2, pastikan status nya adalah active.

  7. Lakukan pengistalan paket zabbix dari internet ke server dengan menggunakan perintah seperti dibawah.


  8. Jalankan perintah apt install zabbix-server-mysql zabbix-frontend-php zabbix-agent zabbix-apache-conf untuk menginstal beberapa komponen utama Zabbix. Paket-paket ini meliputi zabbix-server-mysql sebagai inti server Zabbix yang terintegrasi dengan database MySQL, zabbix-frontend-php untuk antarmuka web Zabbix yang berbasis PHP, zabbix-agent untuk memantau server itu sendiri, dan zabbix-apache-conf yang akan mengintegrasikan frontend Zabbix dengan web server Apache. Ini adalah langkah penting untuk menyiapkan semua "bagian" utama agar Zabbix bisa berfungsi sebagai sistem pemantauan di server kita.

  9. Jalankan perintah systemctl enable zabbix-server zabbix-agent untuk memastikan layanan Zabbix server dan Zabbix agent akan selalu menyala secara otomatis setiap kali server kita dihidupkan. Proses ini membuat shortcut (symlink) di sistem agar kedua layanan penting ini aktif secara permanen, sehingga Zabbix bisa terus memantau sistem kita tanpa perlu kita nyalakan manual setiap saat.

  10. Lakukan update pada server dengan menggunakan perintah apt update.

  11. Proses menginstal database MariaDB dengan perintah apt install mariadb-client-10.3 mariadb-server-10.3 sebagai "lemari arsip" utama untuk Zabbix.
    \

  12. Lakukan perintah systemctl enable mariadb untuk mengaktifkan mariadb yang baru saja diinstall.

  13. Kita sedang menjalankan sebuah script penting bernama mysql_secure_installation. Ini adalah "panduan keamanan" yang sangat disarankan untuk dijalankan setelah kita selesai menginstal database MariaDB atau MySQL, terutama untuk server yang akan kita gunakan secara serius. Tujuan utama script ini adalah untuk mengamankan instalasi database kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita akan diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan: pertama, kita diminta memasukkan kata sandi root database saat ini (jika belum ada, cukup tekan Enter). Kemudian, script akan bertanya apakah kita ingin mengatur kata sandi baru untuk pengguna root database; di sini, terlihat kita memilih n (tidak), meskipun di lingkungan produksi, sangat disarankan untuk mengatur kata sandi yang kuat. Selanjutnya, kita ditanya apakah ingin menghapus pengguna anonim (pengguna yang tidak memiliki nama atau kata sandi); kita memilih y (ya) karena ini bisa menjadi celah keamanan. Lalu, script bertanya apakah kita ingin melarang login root dari jarak jauh (hanya bisa dari server itu sendiri); kita memilih y (ya) untuk meningkatkan keamanan. Terakhir, kita ditanya apakah ingin menghapus database "test" yang secara default ada; kita juga memilih y (ya) karena database ini hanya untuk pengujian dan bisa menjadi risiko keamanan jika dibiarkan. Jadi, seluruh proses ini adalah langkah krusial untuk membuat database MariaDB kita lebih aman dan siap digunakan.

  14. Kita melihat proses penting untuk menyiapkan database Zabbix. Pertama, kita masuk ke dalam sistem database MariaDB sebagai pengguna root menggunakan perintah mysql -u root -p, lalu kita akan diminta untuk memasukkan kata sandi yang sudah kita atur sebelumnya. Setelah berhasil masuk, kita disambut dengan "Welcome to the MariaDB monitor", yang berarti kita sudah berada di dalam "ruang kendali" database. Selanjutnya, kita menjalankan perintah create database zabbix character set utf8 collate utf8_bin;. Perintah ini berfungsi untuk membuat sebuah database baru bernama zabbix, yang akan menjadi tempat semua data pemantauan Zabbix disimpan. Pengaturan character set utf8 collate utf8_bin memastikan database ini bisa menyimpan berbagai jenis karakter dengan baik, terutama untuk data yang berbeda-beda. Setelah perintah dijalankan, muncul pesan "Query OK, 1 row affected (0.000 sec)", yang menandakan bahwa database zabbix berhasil dibuat tanpa masalah. Langkah ini sangat penting karena Zabbix membutuhkan database ini untuk bisa beroperasi dan menyimpan semua informasi yang dikumpulkannya




  15. Ubah direktori ke /usr/share/doc/zbbix-server-mysql/ dengan perintah dibawah.

  16. Perintah zcat create.sql.gz | mysql -u tim9 -p zabbix adalah langkah penting dalam menyiapkan database Zabbix, di mana zcat create.sql.gz berfungsi untuk membuka kompresi dan menampilkan isi file create.sql.gz yang berisi instruksi pembuatan struktur database Zabbix. Hasil dari zcat ini kemudian dialirkan (piped) sebagai masukan ke perintah mysql -u tim9 -p zabbix, yang akan menjalankan semua instruksi SQL tersebut di dalam database zabbix menggunakan pengguna tim9 setelah kita memasukkan kata sandi. Dengan demikian, perintah ini secara efisien mengisi database Zabbix yang baru dibuat dengan semua tabel dan struktur yang diperlukan agar sistem monitoring dapat berfungsi.

  17. Lakukan pengeditan pada file /etc/zabbix/zabbix-server.conf/ dengan perintah nano seperti dibawah.

  18. Lalu ubah file di dalamnya seperti dibawah.





  19. Lakukan pengaktifan zabbix dengan perintah systemctl enable zabbix-server.

  20. Dan juga lakukan restart pada zabbix dengan perintah systemctl restart zabbix-server.

  21. Dan juga lakukan restart pada web server apache2 dengan perintah systemctl restart apache2.

  22. Buka browser seperi brave,chrome, atau microsoft edge, lalu ketik IP server/zabbix/setup.php

  23. Karena web sudah berjalan, maka selanjutnya lakukan pengeditan pada database zabbix seperti dibawah.

  24. Kembali ke web zabbix dan pilih next step.


  25. Ikuti pembuatan user zabbix seperti dibawah.





  26. Lakukan login dengan user yang telah dibuat sebelumnya.

  27. Jika sudah login, maka akan muncul tampilan awal zabbix server sperti di bawah.


  28. Login pada salah user/admin di server zabbix yang telah dibuat.


  29. Grafik dari Zabbix menunjukkan bahwa penggunaan disk pada server berada dalam kondisi normal dan sehat, dengan partisi root (/) memiliki total kapasitas 35.63 GB dan terpakai 5.88 GB (sekitar 16.5%), serta partisi /boot berkapasitas 1.9 GB dengan penggunaan sebesar 213 MB (sekitar 10.95%). Kedua partisi masih memiliki ruang kosong yang cukup besar, menandakan bahwa belum ada risiko kehabisan ruang penyimpanan. Meski demikian, pemantauan rutin tetap disarankan, termasuk pengaturan trigger alert di Zabbix untuk mendeteksi lonjakan penggunaan disk dan menjaga stabilitas server dalam jangka panjang.

  30. Tampilan "Global View" pada dashboard Zabbix memberikan ringkasan kondisi sistem monitoring secara keseluruhan, di mana Zabbix server terlihat berjalan normal (Yes) pada localhost:10051. Saat ini terdapat 3 host yang seluruhnya aktif dan dipantau, dengan total 218 template yang digunakan. Sebanyak 124 item dipantau, terdiri dari 118 item aktif dan 6 item tidak didukung (unsupported). Selain itu, terdapat 66 trigger, dengan 1 trigger menunjukkan adanya masalah (problem) dan 65 dalam kondisi normal (OK). Dari sisi status host, 1 host dinyatakan available (tersedia), 0 tidak tersedia, dan 2 masih berstatus unknown, sementara dari kategori tingkat masalah, hanya ada 1 peringatan (warning) dan tidak ada masalah kritis seperti disaster, high, atau average, yang menunjukkan bahwa kondisi sistem secara umum masih dalam keadaan stabil.


Komentar

Postingan Populer